Rabu, 15 Mei 2019

Syekh Junaid Al Baghdadi


Kisah Syekh Junaid Al Baghdadi
Berguru Kepada Orang Gila

Syekh Junaid Al Baghdadi ialah seorang Sufi terkemuka. terhadap suatu masa beliau keluar kota Baghdad bersama dengan sebagian muridnya.
Syekh Junaid Al Baghdadi menanyakanmengenai Bahlul. Muridnya menjawab “Ia ialah orang gila, apakah yang anda butuhkan darinya?”
“Cari dia, saya adanya butuh dengannya”. Kata syekh Junaid
Murid-muridnya lantas menelusuri Bahlul serta bertemu dengannya di gurun, mereka lantasmengantar Syekh Junaid kepadanya. Ketika Syekh Junaid mendekati bahlul, Beliau menatapBahlul sedang gelisah bersetara dengan menyandarkan kepalanya ke tembok.

Syekh Junaid setelah itu menyapanya, Bahlul menjawab serta menanyakan kepadanya, “Siapakah engkau?”

“Aku ialah Junaid Al Baghdadi” kata Syekh Junaid

“Apakah engkau Abul Qasim?” Tanya Bahlul

“Iya” Jawab Syekh Junaid
“Apakah engkau Syekh Baghdadi yang membagikan petunjuk spiritual kepada orang-orang?” Tanya Bahlul lagi

“Iya” jawab Syekh Junaid
“Apakah engkau tau kaya gimana metode makan?

” Tanya Bahlul
Syekh Junaid lantas menjawab “Aku mengucapkan Bismillah, saya makan yang adanyadihadapanku, saya menggigitnya sedikit, meletakkannya disisi kanan dalam mulutku sertaperlahan mengunyahnya, saya tak melihat suapan berikutnya, saya mengingat Allah bersetara dengan makan, apapun yang saya makan saya ucapkan Alhamdulillah, saya cuci tanganku sebelum serta sesudah makan”
Bahlul berdiri menyibakkan pakaiannya serta berkata “Kau ingin menjadi guru spiritual di dunia tetapi kau bahkan tak tau kaya gimana metode makan”

bersetara dengan berkata demikian ia setelah itu berjalan pergi Murid Syekh setelah itu berkata “Wahai Syekh dia ialah orang gila”

Syekh Junaid berkata “dia ialah orang gila yang cerdas serta bijak, dengarkan kebenaran darinya”

Bahlul mendekati sesuatu bangunan yang sudah ditinggalkan lantas dia duduk, Syekh Junaid pun datang mendekatinya
Bahlul setelah itu menanyakan “Siapakah engkau?”

“Syekh Baghdadi yang bahkan tak tau kaya gimana metode makan” jawab Syekh Junaid
“engkau tak tau kaya gimana metode makan, tetapi taukah engkau kaya gimana metodeberbicara?” Tanya Bahlul “Iya” jawab Syek Junaid“Bagaimana.

 metode berbicara?” Tanya Bahlul
Syekh Junaid setelah itu menjawab “Aku berbicara tak kurang tak lebih serta apakah adanya, saya tak terlampau banyak bicara, saya berbicara supaya pendengar bisa mengerti. sayamengajak orang-orang kepada Allah serta Rasulullah SAW,.

saya tak berbicara terlampaubanyak supaya orang tak menjadi bosan, saya membagikan pandangan atas kedalaman pengetahuan lahir serta bathin”

 setelah itu Ia menggambarkan apakah saja yang berkaitandengan perilaku serta etika
Lalu Bahlul berkata “lupakan mengenai makan, pasal kau pun tak tau kaya gimana metodeberbicara” Bahlul pun berdiri menyibakkan pakaiannya serta berjalan pergi. Murid-murid Syekh berkata “Wahai Syekh, anda lihat dia ialah orang gila, apakah yang engkau harapkan dari orang gila?”

Syekh Junaid menjawab “ada sebuah yang saya butuhkan darinya, kalian tak tau itu"

Syekh Junaid lantas mengejar Bahlul lagi hingga mendekatinya, Bahlul lantas menanyakan “apa yang engkau inginkan dariku, kau yang tak tau metode makan serta berbicara, apa kau tau kaya gimana metode tidur?”

“Iya saya tau” jawab Syekh Junaid “Bagaimana. caramu tidur?” Tanya Bahlul Syekh Junaid lantasmenjawab

“ketika saya selesai sholat ‘Isya serta membaca do’a, saya mengenakan pakaian tidurku” setelah itu Syekh Junaid menceritakan cara-cara tidur sebagaimana yang lazim dikemukakan oleh para ahli agama
“ternyata kau juga tak tau kaya gimana metodenya tidur” kata Bahlul seraya ingin bangkit dari duduknya Tapi Syekh Junaid menahan pakaiannya serta berkata “Wahai Bahlul saya tak tau, karenanya Demi Allah ajari aku”

Bahlul pun berkata “Sebelumnya engkau mengatakan jikalau dirimu berpengetahuan sertaberkata jikalau engkau tau, tersebutkan saya menghindarimu. kini sehabis engkau menuturkanjikalau dirimu kurang berpengetahuan, tersebutkan saya akan mengajarkan padamu. Ketahuilah, apapun yang sudah engkau gambarkan itu ialah gangguan bukan yang utama, kebenaran yang adanya di belakang memakan makanan adalah, jikalau kau memakan makanan halal.

bila engkau memakan makanan haram dengan metode layaknya yang engkau gambarkan, dengan seratus perilaku pun tak akan berguna bagimu melainkan akan mengakibatkan hatimu hitam”
“Semoga Allah memberimu pahala yang besar” kata Syekh Junaid
Bahlul lantas melanjutkan “Hati sesegera mungkin bersih serta mengandung niat baik sebelum kau mulai berbicara. Percakapanmu haruslah menyenangkan Allah. bila itu buat duniawi sertajob yang sia-sia tersebutkan apapun yang kau nyatakan akan menjadi mala petaka bagimu. Itulah mengapa diam ialah yang terbaik.

serta apapun yang kau katakan mengenai tidur, itu juga berharga tak utama. Kebenaran darinya ialah hatimu sesegera mungkin terbebas dari permusuhan, kecemburuan serta kebencian.

Hatimu tak boleh tamak akan dunia atau kekayaan didalamnya. serta ingatlah Allah ketika akan tidur”

Tidak ada komentar: