Minggu, 01 April 2012

Gubernur Dan Wanita jelata


Seorang gubernur  pada zaman khalifah Al-Mahdi, paa suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling brebut memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kayadari pada dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta. Dengan keheranan sang gubernur bertanya, “ mengapa engkau tidak ikut memungut uang dinar itu seperti tetangga engkau ?”
Janda mermuka buruk itu menjawab, “ Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia, sedangkan  yang saya perlukanbukan dinar melainkan bekal akhirat. “ Maksud engkau?” Tanya sang gubernur mulai tertarik akan kepribadian perrempuan itu.
“ Maksud saya uang dunia sudah cukup, yang masih saya perlukan adlah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek di bandingkan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal. “
Dengan jawaban seperti itu, sang gubernur merasa telah di sindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibukmengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, yakan habis dimakan sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah dia atas setengah abad , dan malaikat maut sudah mengintainya.
Akhirnya sang  gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Ornag –orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepadaperempuan jelata yang bertampang jelek itu.
Maka pada suatu kesempatan, di undanglah mereka oleh gubernur dalam suatu pesta mewah, juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka di berikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gunernur lantas memerintahkan agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si  perempuan yang berwajah buruk tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.
Gebernur lalau bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?” Tanpa takut wanita itu menjawab, “ Ada berapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan tuan. Tetapi, menurut saya lebih baik dari pada wibawa tuan berkurang lantaran perintah tuan tidak di patuhi,” Gubernur terkesima. Para tamunya  juga  kagum akan jawaban yang masuk akal itu.
Sebab lainny?” atanya gubernur. Wanita itu menjawab, Kedua, saya hanya menaati perintah allah. Sebab di dalam Al-quran, allah memerintahkan agar kita mematuhi allah, Utusannya, dan para penguasa. Sedang tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah tuan. “ Gubernur kian tajub, demikian pula para tamunya.
“ Masih ada sebab lain?”
Perempuan itu mengangguk dan berkata, ketiga, denagn saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya di cap gila dari padatidak melakukan perintah gebernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima  denga lpang dada dari pada saya di tuduh durhaka pada penguasa saya. Itu  lebih berat buat saya.”
 Maka ketika gubernur yang telah di tinggal mati oleh istrinya itu melamar, lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangka gembira karena gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tiak saja taat pada suami, tetapi juga taat kepada tuhannya, kepada nabinya, dan kepada pemimpinnya.
……..               ……
…….Z@Bidin......